35 Tahun Jean Paul Gaultier0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 24 Feb 2011 at 10:09am
Jean Paul Gaultier

Jean Paul Gaultier

TAHUN 2011 memiliki makna tersendiri bagi Jean Paul Gaultier, yang telah menapaki karier mode selama 35 tahun. Paris Haute Couture pun menjadi panggung perayaan bagi sang enfant terrible.

”Saya belum selesai.Masih banyak yang ingin saya lakukan di dunia mode,” ujar Gaultier kepada media, seusai menerima apresiasi koleksi adibusana terbarunya di Paris Haute Couture, beberapa waktu lalu.

Apa yang dikatakan Gaultier memang terlihat dari semangat dan energinya yang selalu melimpah. Pada tahun ke-35 berkarya, Gaultier masih menunjukkan totalitas sekaligus kreativitas tanpa batas yang dipertunjukkannya lewat rangkaian koleksi bergaya can-can berpadu punk. Namun, perayaan tahun ke-35 kariernya di dunia mode tidak berhenti sampai di situ. Gaultier masih punya rencana besar.

”Ada satu hal yang selalu ingin saya lakukan dan sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk melakukannya,” kata mantan direktur kreatif rumah mode Hermes itu.

Adapun yang dimaksud Gaultier adalah pameran restropektif perjalanan kariernya selama 35 tahun, mulai 1976 hingga kini.

”Sebenarnya, saya merasa terkejut melihat semua yang telah saya hasilkan,” kata Gaultier.

”Tapi, terkejut dalam artian baik,” sambungnya.

Dalam pameran restropektif tersebut, Gaultier berkolaborasi dengan kurator Thierry-Maxime Loriot.Lebih lanjut, Gaultier mengatakan bahwa dirinya merasa tidak biasa melihat semua yang pernah dia kerjakan terkumpul di satu tempat.

”Rasanya aneh karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan belum selesai.Kendati pada saat yang bersamaan, saya merasa tersanjung sekaligus bersemangat melihat obsesi saya terwujud nyata,” paparnya.

Pameran restropektif 35 tahun Gaultier akan menampilkan lebih dari 120 karya Gaultier mulai 1976 hingga 2010. Koleksi masterpiece Gaultier itu akan dibagi menjadi beberapa kategori, yakni ”Paris,” ”Fusions”, ”Multi-Gender”, ”Eurotrash/ X-Rated”, dan ”Metropolis”.

Pamerannya akan dibuka di Montreal Museum of Fine Arts, Juni mendatang, kemudian berlanjut ke Dallas Museum of Art, sebelum kemudian dipamerkan di de Young Museum, San Francisco, pada 2012.

Gaultier mengungkapkan bahwa teater, film, dan musik adalah inspirasinya, sementara korset merupakan caranya menuangkan inspirasi. Nama Gaultier memang melambung berkat korset. Salah satunya adalah cone bra yang dirancangnya untuk Madonna. Selain itu, Gaultier selalu sukses menarik perhatian pelaku mode dan fashionista lewat gaya rancangannya yang catchy. Unik, ekstrem, dan terkadang aneh, tapi punya ciri khas tersendiri.

”Yang membuat saya kagum adalah evolusi yang dilakukan Gaultier. Sebenarnya, dia adalah perancang dengan garis yang klasik. Namun, Gaultier menghadirkannya dalam gaya berbeda lewat sentuhan rebel dan punk,” komentar Loriot.

”Lihat saja, setiap musim, Gaultier tidak pernah absen menghadirkan trench coat atau trench dress, tapi garis dan siluet yang sama itu tidak pernah membosankan karena Gaultier selalu punya cara baru untuk mengemas dan mempertunjukkannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Loriot mencontohkan koleksi yang disajikan Gaultier di Paris Haute Couture. Show bertema ”I Am an Anarchist” itu tetap menghadirkan siluet favorit Gaultier, trench, namun tidak berupa jaket panjang, trench justru dihadirkan tanpa lengan, dalam warna hot pink yang mencuri perhatian.

Lainnya, Gaultier juga memperlihatkan padanan feminin-maskulin lewat setelan bergaya tuksedo yang terinspirasi gaya sang agen 007 James Bond. Sementara, rancangan signature Gaultier, korset, terlihat begitu anggun lagi menantang di tubuh bintang burlesque Dita Von Teese.

”Gaultier punya gaya yang menjadikannya berbeda. Dia menyerukan provokasi, tanpa meneriakkan rebel,” imbuh Loriot.

Mengomentari pendapat Loriot, Gaultier mengatakan apa yang dilakukannya merupakan wujud persepsinya terhadap kondisi sosial masyarakat.

”Sebagai desainer, saya harus fungsional sekaligus kreatif. Saya harus bisa merefleksikan apa yang terjadi di masyarakat, karena seperti juga mode, masyarakat selalu berubah,” sebutnya.

”Saya berusaha menciptakan sesuatu yang bisa diasosiasikan dengan realitas kehidupan, juga sekaligus memiliki nilai seni,” tambah Gaultier.

Adapun mengenai koleksi lini busana wanita siap pakai yang akan dipertunjukkan di Paris Fashion Week dalam waktu dekat, Gaultier mengatakan koleksinya akan berfokus pada konsumerisme dan budaya pop.

”Konsumerisme dan pop culture adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat modern. Mereka terus membeli tanpa berpikir apakah mereka membutuhkan barang tersebut atau tidak dan kepraktisan adalah hal utama. Masyarakat saat ini ditarik ke dua kutub yang berbeda,” ujar Gaultier.

Namun, ada satu hal dari budaya pop yang merupakan inspirasi besar bagi Gaultier, Lady Gaga. ”Pada saat orang lain berusaha tampil benar, terlihat baik, Lady Gaga menggebrak dengan gayanya yang eksentrik dan cenderung ekstrem. Bagi saya, dia adalah bintang,” papar Gaultier yang telah mendandani Gaga, juga ikon budaya pop lainnya seperti Kylie Minogue dan Madonna.

sumber : SINDO//nsa okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply