7 Alasan Anda Harus Move On Usai Putus Cinta0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 30 Mar 2011 at 9:15am

putus

DULU, putus cinta berarti mengucapkan selamat tinggal, menyimpan surat-surat lama, dan menjauh dari kehidupan si dia. Namun kini, teknologi membuat Anda hampir tidak mungkin benar-benar berpisah dengannya.

Teknologi masih memungkinkan Anda “bertemu” dengannya; Anda masih bisa mengecek profil Facebook-nya. Memang, mudah untuk menghapusnya dari daftar teman-teman Anda, tetapi akankah rasa cinta itu pulih sekejap saja?

Simak tip menyembuhkan hati dan move on dari hubungan masa lalu di tengah gempuran teknologi. Berikut, seperti diulas beberapa pakar hubungan pada Your Tango.

Tak perlu sedih terlalu lama

Kesedihan, kemarahan, dan penyesalan merupakan komponen alami dari proses berduka, tapi sulit untuk melewati perasaan-perasaan jika Anda terpaku pada mantan kekasih.

“Manfaat utama dari putus dengan mantan adalah menyingkirkan emosional yang terus menempel dalam dalam diri kita. Menghindari tetap berhubungan selama fase penyembuhan adalah cara terbaik untuk membuat mereka keluar dari pikiran, sehingga Anda bisa terus maju,” kata pakar kencan, Mick Lolekonda.

Secara emosional berhubungan kembali dengan diri sendiri

Setelah mantan kekasih benar-benar keluar dari kehidupan Anda, Anda akan menemukan bahwa ia akan mulai surut dari pemikiran Anda. Kejelasan emosional akan membantu Anda memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

“Tetap berhubungan dapat memperlambat proses penyembuhan, yang meliputi mengenal diri, serta menjadi lebih terpusat dan sehat untuk hubungan berikutnya,” ujar Mick.

“Jika Anda tidak berfokus pada diri sendiri, bagaimana Anda bisa tahu apa yang Anda perlukan untuk menyembuhkan luka hati?,” sahut pakar hubungan Jennifer Tardya.

Untuk menghindari sosok sempurna mantan atau hubungan terdahulu

Ketika Anda merasakan sakit dari hubungan yang gagal, akan mudah mengingat momen-momen indah dan menghadapi ketidaksempurnaan kekasih Anda kini.

“Jika Anda berpegang pada masa lalu, Anda mungkin menempatkan mantan pada tempat yang tidak layak. Anda tidak akan benar-benar terbuka untuk hubungan baru yang sehat bila Anda belum sepenuhnya menutup pintu di masa lalu,” kata pakar kencan Julie Leptospira.

Tidak tergoda status “sekadar teman”

Godaan untuk menjadikan mantan kekasih menjadi “sekadar teman” sangat besar bagi mereka yang baru putus cinta. Alih-alih demikian, kebanyakan mereka akan lebih sulit untuk sembuh dari sakit putus cinta.

“Saya selalu merekomendasikan pasangan untuk memiliki jeda segera setelah break-up tanpa komunikasi sama sekali. Anda dapat menjalin persahabatan kapanpun setelah itu, jika Anda berdua menginginkan,” kata psikolog Dr Amy Johnson.

Memotong hubungan tidak mudah jika Anda bekerja di perusahaan atau memiliki kelompok pertemanan yang sama. Jika Anda harus melihat mantan kekasih, minimalisir kontak sebanyak mungkin, dan hanya lanjutkan interaksi normal setelah rasa sakit itu hilang.

Untuk harga diri dan pandangan positif yang lebih baik

“Hubungan berakhir, maka segalanya sudah berakhir. Bertahan dengan kehancuran hanya akan merendahkah harga diri Anda dan segala hal yang Anda miliki untuk diri sendiri,” kata Dr Amy.

Jika Anda berusaha menghentikan—termasuk bayangan soal mantan—dalam kehidupan sehari-hari, “Itu artinya, semua kata-kata negatif dan keluhan tentang mantan tidak akan menjadi bagian dari kosa kata sehari-hari Anda,” kata Julie.

“Melepaskan hubungan yang buruk berarti Anda mulai berpikir lebih positif tentang diri dan harga diri Anda,” lanjutnya.

Untuk menemukan hubungan baru yang tepat untuk Anda

Meskipun mantan menjadi cinta dalam hidup Anda, kenyataannya hubungan dengannya tidak berjalan mulus karena suatu alasan. Jika Anda menemukan diri terperangkap dalam sindrom “he is the one”, perlu diingat bahwa “the one” tidak akan mematahkan hati Anda sehingga berakibat buruk bagi hubungan.

“Dengan tetap berhubungan dengan mantan, Anda tidak akan bisa berdiri sendiri. Ini jelas tidak adil bagi kekasih baru ketika Anda masih mengenang sang mantan,” kata Julie.

Dr Amy membandingkan kencan bak berbelanja pakaian. “Anda tentu tidak harus membeli setiap pakaian yang Anda coba. Inti dari mencoba adalah menguji seseorang sebelum Anda berkomitmen dengannya. Jika ia tidak cocok, Anda hanya tinggal pergi darinya, tidak perlu memaksakan diri harus cocok atau membuat hubungan tetap langgeng.”

Mengeluarkan sisi baik Anda sebelum memulai hubungan baru

Meskipun Anda memulai hobi atau kegiatan baru untuk melupakan mantan, Anda akan menemukan kesenangan baru hingga bisa cepat melupakan mantan ketimbang tidak melakukan apapun.

“Banyak penulis besar, pengusaha, dan aktivis menemukan gairah kembali usai melalui masa sulit, termasuk saat putus cinta. Pikirkan hal ini sebagai kesempatan untuk ‘melakukannya dengan lebih baik’ di lain waktu,” tutur Dr Amy.

“Tidak ada hubungan yang membuang-buang waktu, meski akhirnya putus. Setiap hubungan adalah kesempatan untuk menumbuhkan cinta kasih, proses pendewasaan diri, dan belajar hal-hal yang akan Anda gunakan untuk meningkatkan hubungan di masa depan,” tukasnya.

sumber : Fitri Yulianti – Okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply