Batik Multiwarna Ciri Khas Rancangan Alleira0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 25 Feb 2011 at 11:32am

batik

CIRI khas menjadi kekuatan suatu produk untuk bisa bertahan di tengah persaingan. Dengan serbuan brand asing maupun lokal, Alleira memperkuat posisinya lewat rancangan multiwarna.

“Di Alleira, motif batik dibikin dari awal, tidak sekadar ambil (bahan yang sudah jadi) terus jual. Dari hulu ke hilir, makanya kenapa butuh waktu lama untuk meluncurkan sebuah koleksi. Kalau gagal kita ulang lagi, sampai 3-4 kali percobaan, kalau ketemu warna yang cocok, baru kita buat. Mungkin ada beberapa brand yang demi mem-back up produksi, mereka ambil terus jual,” jelas Zakaria Hamzah, Operational Director Alleira pada kesempatan wawancara eksklusif dengan okezone di butik Alleira Gandaria City, Jakarta, baru-baru ini.

Zaka mengakui, Alleira memiliki kekuatan pada motif, desain, dan selalu inovasi dalam berkreasi untuk bersaing di tengah brand fesyen lain. Sementara demi memenuhi permintaan pasar terhadap produk, Alleira akan mendirikan pabrik baru di Tangerang. Pabrik sebelumnya telah ada di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Nanti akan ada pabrik di Tangerang, buka sekira Oktober. Pabrik khusus untuk memenuhi produksi eksklusif. Pabrik di Jawa sendiri masih terus mem-back up,” imbuhnya.

Zaka menceritakan sekelumit tentang pembatik generasi pertama (kaum nenek) di pabrik Alleira yang sedikit sulit menerima masukan dari desainer fesyen dan desainer batiknya.

“Pembatik generasi pertama sulit menerima masukan dari desainer, beda dengan generasi kedua dan ketiga yang mau berkembang. Pikir mereka, ‘Saya sudah bikin motif kawung dari dulu, selalu laku, ngapain bikin motif lain?’, apalagi dikasih panduan campuran warna. Kita kan pakai banyak warna dalam satu desain, mereka malah pusing,” tuturnya.

Pembatik Alleira—Alleira menyebutnya mitra usaha—selalu diberi edukasi, terutama mengenai tren batik yang disukai pasar.

“Mereka selalu dikasih edukasi, karena kita sebulan 3-4 kunjungan untuk mengevaluasi kerja. Generasi selanjutnya lebih maju dan terbuka, kita bisa lebih kerja sama. Bahkan banyak pekerja yang buka usaha batik sendiri setelah keluar dari Alleira. Curi ilmu, tapi orang mau maju kenapa enggak?,” tutupnya.

sumber : Fitri Yulianti – Okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply