Ini Dia Beragam Problem Makan Bumil0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 22 Jan 2011 at 1:21pm
bumil

bumil

TIAP bumil menghadapi problem makan berbeda; ada yang makin banyak makan, ada yang hanya mau mengunyah jenis makanan tertentu, tapi tak sedikit yang enggak doyan makan. Bagaimana dengan Anda?

Jika Bumil Mual-Muntah

“Mau mual-muntah seperti apapun ya tetap harus dipaksakan makan! Siasati dengan makan dalam porsi kecil tapi sering. Makan besar 4-5 kali sehari, ditambah 2-3 kali ngemil, serta 3-4 gelas susu,” jelas dr. Trijatmo Rachimhadhi, SpOG (K), RSIA YPK Mandiri, Menteng – Jakarta Pusat.

dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, dari RS Medistra, Jakarta Selatan mengamini, “Agar memudahkan bumil menelannya, lebih baik makanan utama berupa nasi lembek dipadu dengan lauk-pauk hewani dan nabati, serta sayuran yang dipotong ukuran kecil. Tiga puluh menit sebelum makan, naikkan selera makan bumil dengan sedikit makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti roti berukuran kecil yang rasanya disesuaikan dengan selera.”

“Sementara makanan selingan, pilih buah-buahan yang disukai, biskuit atau kue basah dengan bentuk menarik, ditambah susu yang dibuat agak encer. Agar tidak mual, hindari makanan yang beraroma kuat atau menyengat, contohnya seafood atau yang menggunakan banyak bawang dan daun bawang!,” imbuhnya.

Bumil disarankan tak minum cairan apapun berdekatan dengan waktu makan. Cairan akan menimbulkan rasa kenyang sekaligus menambah rasa mual. Oleh karena itu, dianjurkan tidak minum 15-30 menit sebelum dan sesudah makan.

“Jika Moms merasa belum sanggup dengan porsi makan yang diterapkan, abaikan saja! Yang penting makanlah sesuai jadwal! Setelah bisa mengikuti iramanya, porsi makanan bisa ditambah sedikit demi sedikit hingga semua zat gizi yang dibutuhkan terpenuhi. Bumbu masak alami seperti kunyit, sereh, lengkuas, kapulaga boleh ditambahkan untuk menggugah selera makan. Asalkan jangan memberi penyedap rasa yang mengandung MSG (Mono Sodium Glutamat), karena dikawatirkan bisa memicu kerusakan sel-sel otak janin!” imbuh Trijatmo.

Bumil Hanya Konsumsi Buah-buahan dan Anti Sayuran

Berkaitan dengan perubahan hormonal, biasanya bumil kehilangan selera makan. Bahkan tak jarang sama sekali tak bisa bersentuhan dengan nasi atau jenis makanan tertentu, hingga memiliki hobi baru yaitu menyantap buah-buahan demi menekan rasa mual-muntahnya.

Sesungguhnya tidak masalah bumil gemar mengonsumsi buah-buahan, selama buah yang dikonsumsi tidak menimbulkan reaksi alergi atau mengganggu kehamilannya.

“Bumil perlu memerhatikan sensitivitas organ pencernaannya terhadap tingkat keasaman, selain tetap terus mengupayakan asupan dari sumber makanan lainnya. Sebab, jika buah-buahan dikonsumsi berlebih, apalagi ditambah sambal dalam bentuk rujak atau manisan dan asinan yang mengandung larutan cuka, cenderung mengiritasi dinding perut, yang justru menambah rasa mual atau malah menimbulkan gangguan diare!,” tegas Cindy.

Trijatmo pun sepakat, “Ada beberapa buah yang sebaiknya dihindari. Nenas misalnya, jika terlalu banyak dikonsumsi, di dalam lambung bereaksi menghasilkan soda dan asam. Sehingga saat dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, perut terasa kembung, mengakibatkan diare, muntah dan perut kram. Lain lagi dengan durian yang memiliki kandungan alkohol cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan akan memicu terjadinya BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan konon akan memengaruhi karakter anak yang dilahirkan menjadi lebih temperamental.”

Jika emoh mengonsumsi nasi, bisa diakali dengan sumber karbohidrat lain. Misal kentang, roti, jagung, ubi, singkong, dan gandum.

Masalah lainnya ialah keengganan bumil mengonsumsi sayur-mayur. Sebetulnya tak perlu dikhawatirkan asalkan bumil gemar makan buah-buahan dan sumber makanan lainnya.

“Fungsi sayur sebagai penyedia vitamin C dan serat bisa digantikan dengan buah-buahan,” terang Trijatmo.

BuMil Gemar Mi Instan

Biasanya jika bumil sudah merasa nyaman dengan rasa suatu makanan, maka ia akan terus-menerus mengonsumsinya. Rasa mi instan yang gurih dan beraroma lezat memang kerap disukai bumil.

“Mengenai kegemaran bumil mengonsumsi mi instan, tak sepenuhnya dilarang. Hanya saja jangan gunakan bumbu yang terdapat dalam kemasan. Biasanya di dalam bumbu siap pakai terdapat MSG dan bahan pengawet. Bahan penyedap makanan tersebut bukan hanya tidak baik untuk kesehatan BuMil tetapi juga berbahaya bagi janin Anda!” tegas Trijatmo.

Jadi dianjurkan menggantinya dengan bumbu buatan sendiri.

Bumil Vegetarian Murni

Bumil yang sebelum hamil terbiasa menjalani pola hidup vegetarian sebagian besar ingin terus menjalaninya saat hamil, apalagi jika vegetariannya berkaitan dengan keyakinan beragama.

Nah, yang perlu dilakukan yakni kontrol teratur ke dokter kandungan untuk mengetahui kenaikan berat badan ibu dan bayi serta perkembangan si jabang bayi. Berat badan awal (sebelum hamil) akan menentukan rata-rata bulanan berat badan yang diharapkan. Misalnya semakin kurus seorang ibu maka penambahan berat badan akan berbeda dengan ibu yang gemuk. Asalkan Moms dapat memenuhi zat gizi yang dibutuhkan selama hamil melalui sumber makanan nabati, maka pola hidup vegetarian tetap bisa dijalankan.

Bumil dengan Penyakit Tertentu

Bagi bumil yang mengidap penyakit tertentu, pola makannya ternyata sama saja. Hanya ada bahan makanan tertentu yang harus dikurangi atau dibatasi sesuai penyakit yang diderita.

Bumil yang menderita tekanan darah tinggi misalnya, harus membatasi konsumsi makanan berkadar garam tinggi seperti ikan asin, telur asin atau makanan bercita-rasa gurih. Hindari pula makanan olahan dalam kemasan karena mengandung bahan penyedap, pengawet dan pewarna.

“Moms penderita diabetes mellitus atau yang pertambahan berat badannya sudah melampaui batas, disarankan menghindari makanan yang manis! Selain memengaruhi sistem hormonal, memicu kegemukan dan memacu pertumbuhan janin yang sangat cepat, hingga berpeluang melahirkan giant baby yang umumnya menjadi faktor penyulit persalinan,” urai Trijatmo.

sumber : Mom& Kiddie//ftr okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply