Jika si Kecil “Dipegang” Dua Pengasuh0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 26 Feb 2011 at 9:32am

bayi

KEBETULAN di rumah, saya memiliki dua orang asisten rumah tangga. Mbak A untuk mengurus semua keperluan anak saya, Monika (4,5 tahun) dan Mbak B untuk membantu mengurus semua perihal rumahtangga.

Namun, jika Mbak B sedang tidak ada kerjaan, dia juga ikut mengasuh Monika. Nah, ini yang jadi masalah. Misal, Mbak A mengharuskan Monika untuk tidur siang, sementara Mbak B tidak mengharuskan hal itu. Akhirnya, Monika suka bingung dengan perintah dan larangan yang diberikan oleh pengasuh-pengasuhnya.

Bagaimana cara mengatasinya? Jeanne Chrysanthea, M.Psi., Psi. dari Strata Consulting menjelaskan, kekhawatiran Mom dengan adanya dua orang pengasuh akan membuat anak bingung mengenai aturan yang harus ia ikuti, adalah sangat beralasan. Utamanya bila kedua pengasuh tersebut tidak mempunyai kesamaan aturan.

Keberadaan dua pengasuh yang tidak memiliki kesamaan aturan justru akan membuat Moms lebih sulit untuk bekerjasama dengan mereka dalam menerapkan pola asuh yang seragam dan konsisten. Dan untuk membuat perilaku baik terhadap si kecil akan lebih sulit terbangun.

Plus minus ada pengasuh

Keberadaan pengasuh memang diperlukan, apalagi anak usia 4-5 tahun masih membutuhkan bantuan untuk melakukan beberapa hal yang belum dapat dikuasai dengan baik. Dia juga memerlukan pengawasan orang dewasa karena sedang berada dalam tahap belajar membedakan hal yang boleh dilakukan dan yang berbahaya untuk dilakukan.

Namun di samping itu, anak juga berada dalam rentang usia di mana seorang anak senang mempelajari hal-hal baru. Dia sedang senang dan bersemangat dalam mencoba melakukan banyak hal sendiri, khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan dirinya, seperti makan dan mandi. Ia juga senang menyelesaikan tugas-tugas yang dapat dibanggakannya kepada orang lain.

Oleh karena itu, keberadaan dua orang pengasuh akan membuat kesempatannya untuk menyelesaikan tugas, mengeksplorasi berbagai hal dan kegiatan, serta belajar mengembangkan kemandirian menjadi berkurang. Bila dibiarkan, hal ini dapat berdampak pada kreativitas, rasa percaya diri dalam mengerjakan tugas dan antusiasmenya dalam mempelajari hal-hal baru.

Tetap ajarkan untuk mandiri

Keberadaan pengasuh bukan berarti membuat anak tidak bisa mandiri. Sebagai orangtua, kita dapat mengembangkan kemandirian anak dengan mempercayakannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang sederhana bersama orangtua atau pengasuh, seperti menyiram tanaman, merapikan tempat tidur, mengembalikan mainan yang telah dipakai ke tempatnya, memilih dan menyiapkan baju yang akan dikenakan esok hari, dan sebagainya.

Anak-anak senang menirukan apa yang dikerjakan orang dewasa karena mereka ingin segera tumbuh seperti orang dewasa. Mengajak anak melakukan tugas bersama-sama akan membuatnya merasa penting dan dipercaya. Selain itu, mereka juga belajar bertanggungjawab atas diri sendiri dan lingkungannya. Jangan sampai pengasuh menjadi penghalang si kecil untuk mandiri ya, Mom.

sumber : Mom& Kiddie//ftr okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply