Manfaatkan Material Reused pada Hunian0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 25 Jan 2011 at 11:26am
Hunian nyaman

Hunian nyaman

DENGAN kreativitas, material reused bisa diaplikasikan pada hunian. Material bekas yang unik justru bisa membuat hunian memiliki nilai seni yang tinggi.

Bahan material memang menjadi hal paling penting dalam membangun sebuah hunian.
Termasuk saat kita memilih material apa yang akan kita gunakan. Tak hanya dari segi estetis yang dipertimbangkan, kekuatan serta ketahanan material patut untuk diperhatikan demi mencapai suatu hunian yang cantik dan menarik.

Material reused (daur ulang) bisa dikatakan sebagai material bekas bangunan lain atau material dari benda/barang dengan kegunaan lain yang bisa digunakan kembali sebagai material bangunan. Meskipun dalam masyarakat kita, material bangunan baru dianggap lebih “menterang” atau oke.

Menurut arsitek Probo Hindarto, harus dipahami dahulu terminologi recycled ataukah reused, yaitu didaur ulang atau digunakan kembali. Perbedaannya, recycle atau daur ulang dan membutuhkan proses untuk membuat material baru dari material lama, misalnya mengolah kembali kaca lama menjadi kaca baru. Sementara reused atau menggunakan kembali berarti memakai material bekas untuk bangunan baru.

Kendati demikian, beberapa dari material bekas yang masih bisa dipakai sebagai bahan bangunan relatif besar. Misalnya material kayu, kayu dari atap, kusen pintu dan jendela dengan kacanya, genting bongkaran, material bongkaran yaitu bata dan tembok yang dirobohkan dari rumah lama, kayu dari bekas peti kemas, kontainer baja bekas pengangkutan barang, besi bongkaran struktur atau konstruksi bangunan lain, misalnya bekas pabrik, paving block bekas.

Untuk mengaplikasikan material reused ke dalam sebuah bangunan baru memang bukan perkara mudah. Penghuni dituntut untuk lebih teliti. Dalam arti, dari segi kekuatan material reused masih terjamin.

Hal tersebut dibenarkan Probo. Menurut pengasuh website astudioarchitect ini, si penghuni harus mengetahui apakah material tersebut kuat atau tidak, rapuh atau tidak. Sekiranya tidak bisa digunakan karena kualitas bahan sudah menurun drastis, maka tidak disarankan menggunakan material tersebut.

Ambil contoh, Probo menyebutkan, kayu dari struktur atap, barangkali bisa digunakan sebagai material untuk bekisting (cetakan) saat merenovasi rumah/ bangunan. Selain itu, bisa juga digunakan untuk fungsi lain seperti diolah untuk bahan material penutup dinding, misalnya dengan memotong kayu kecil-kecil dan memakainya sebagai elemen dekoratif.

Beberapa jenis bahan bangunan reused yang kadang memiliki kualitas tinggi, yaitu kusen kayu jati, paving block, dan sebagainya.

“Material tersebut berkualitas tinggi karena sifatnya yang dapat bertahan lebih lama, bahkan daripada material baru,” ujar dia.

Beberapa hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah fungsi dari material tersebut. Misalnya, dia mengatakan, dalam mempergunakan material reused, tentunya si pengguna perlu memperhatikan fungsi dari material yang akan dia gunakan. Maksudnya, apakah bisa difungsikan sebagai material dengan fungsi struktural atau hanya bahan material pengisi bangunan.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, Anda harus merinci bagian desain
yang dapat mempergunakan material ini.

“Biasanya, tema desain berkaitan dengan material yang terkesan ‘tua’, misalnya ingin membangun sebuah kafe dengan gaya ‘tua’ atau ‘rustic’, maka dengan memakai material bekas dengan kesan yang mendukung, yaitu memang menggunakan material yang sudah tua, akan lebih menarik,” ujarnya.

sumber “: SINDO//tty okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply