Paris Tanpa John Galliano0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 09 Mar 2011 at 11:13am
Koleksi Christian Dior di ajang Paris Fashion Week 2011

Koleksi Christian Dior di ajang Paris Fashion Week 2011

PARIS Fashion Week dibuka dengan suasana minimalis dan dibayangi kasus besar yang menimpa mantan direktur kreatif Christian Dior, John Galliano.

Rumah mode Dior secara resmi telah menyatakan memberhentikan Galliano setelah video mengenai komentar rasis serta ucapan ”I love Hitler” beredar di media. ”Kami menyesalkan pernyataan negatif John Galliano yang sangat bertolak belakang dengan nilai esensial yang diusung Christian Dior,” ujar CEO Christian Dior Sidney Toledano, tiga hari sebelum pelaksanaan show Dior di Paris Fashion Week.

Sementara di atas catwalk, Paris Fashion Week diramaikan sejumlah desainer Asia, seperti halnya Moon Young Hee dari Korea Selatan juga desainer kelahiran Indonesia yang berbasis bisnis di Paris, Harry Halim.

Harry Halim sendiri telah hijrah ke Paris pada 2008 dan tahun lalu melakukan debut koleksinya di Paris Fashion Week. Melanjutkan kesuksesan tahun lalu, desainer yang menjadi pemenang Asian Young Fashion Designers 2005 sekaligus nominator Mercedes-Benz Asia Fashion Awards, itu tetap mampu menarik perhatian buyer lewat koleksi bernapas modernromantis serta estetika sensual nan gelap.Dominasi palet putih dalam siluet celana berpipa lebar serta capeberaroma militer dalam sapuan tone cokelat, hijau, dan hitam, menyemarakkan pertunjukan.

Adapun Moon Young Hee menampilkan napas muram namun berbalut busana tradisional Korea, Hanbok. ”Saya sangat menyukai sutra, organza, dan muslin,” ujar Moon, yang telah berdomisili di Paris selama lebih dari 20 tahun. Pertunjukan Moon berakhir bersamaan dengan pengumuman pemecatan Galliano oleh Dior yang dijadwalkan melangsungkan pertunjukan pada Jumat (4/3) di Musee Rodin. Sementara label pribadi Galliano menyusul pada Senin (7/3).

Dior sendiri telah mengumumkan bahwa meskipun tanpa Galliano, pertunjukan akan tetap berlangsung sesuai jadwal. Meski demikian, musim ini Dior mencatat sejarah sebagai brand besar yang mempertunjukkan koleksi terbarunya di catwalk Paris tanpa kehadiran sang desainer. Berkaitan dengan pemecatan Galliano, dunia mode langsung melontarkan pertaruhan atas siapa yang akan menggantikan posisi sang desainer eksentrik asal Inggris itu sebagai direktur kreatif Dior. Nama-nama besar seperti Riccardo Tisci, Stefano Pilati, Alber Elbaz, Kris Van Assche, Hedi Slimane, hingga Katie Price pun mencuat ke permukaan. Kendati demikian, rumah mode Dior tetap bungkam dan hanya menyatakan show akan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Galliano sendiri mempersembahkan 62 set koleksi pamungkas bagi Dior kendati tidak sekalipun namanya disebut di Musee Rodin yang menjadi lokasi acara.

”Apa yang terjadi minggu lalu merupakan mimpi buruk bagi kita semua,” ujar Toledano. ”Sangat menyakitkan bagi kami untuk melihat nama Dior diasosiasikan dengan perilaku dan pernyataan yang begitu buruk dari sang desainer, tidak peduli betapa jenius dia sebenarnya,” sambung Toledano.

Gerakan Dukung Galliano

Galliano, 50, kekuatan kreatif Dior selama 15 tahun, tidak lagi terlihat di muka umum setelah kasus mengenai perilaku dan pernyataan negatifnya di sebuah kafe di Marais, Paris, mencuat ke media. Desainer Inggris tersebut menyatakan maaf secara resmi melalui pengacaranya di London dan dijadwalkan akan mengikuti persidangan pada Juni mendatang. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa saat ini Galliano tengah mengikuti program rehabilitasi di luar Prancis.

Adapun mengenai nasib label pribadinya, John Galliano, masih belum diketahui kelanjutannya dikarenakan label tersebut sangat bergantung pada dukungan finansial Dior, yang memiliki 92 persen saham label Galliano. Show label pribadi Galliano menjadi salah satu show paling dinanti, menyusul pemberitaan yang terjadi. Pihak Dior menyatakan, skala show tersebut telah diminimalisasi menjadi presentasi privat yang hanya akan dihadiri oleh buyer dan media.

Kendati demikian, para pelaku mode masih memberikan dukungan bagi Galliano, yang digambarkan jurnalis mode kenamaan Suzy Menkes, tengah dalam tekanan berat dunia mode. Grace Coddington, Direktur Kreatif Vogue Amerika mengatakan, koleksi terakhir Galliano bagi Dior sangatlah cantik.

”Koleksi yang sangat menawan,” ujarnya kepada AFP tanpa ingin memberikan pernyataan lebih jauh mengenai nasib Dior ke depannya tanpa Galliano. Sementara top model Natalia Vodianova menyatakan, show Dior tanpa Galliano sangatlah sepi layaknya kuburan.

”John (Galliano) tengah dalam masalah yang tidak bisa dia kendalikan. Saya tahu dia adalah orang yang baik dan saya harap dia bisa kembali menjadi dirinya sendiri,” ujarnya, mengacu pada problem ketergantungan alkohol yang dihadapi Galliano.

Editor-in-Chief Vogue Amerika Anna Wintour beserta jajaran buyer department store elit, supermodel, juga selebriti menunjukkan dukungan mereka kepada Galliano sekaligus Dior dengan memberikan standing ovation bagi 35 artis yang menggantikan sang fallen idol di akhir pertunjukan.

sumber SINDO//tty okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply