Terobsesi Gaun Pengantin Kate Middleton0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 18 Feb 2011 at 11:20am
Pangeran William & Kate Middleton

Pangeran William & Kate Middleton

KATE MIDDLETON dan pihak Kerajaan Inggris masih bungkam mengenai desainer yang dipilih untuk merancang gaun pengantin Middleton pada April mendatang. Mereka sengaja merahasiakannya untuk privasi sang desainer serta keluarga Middleton.

Kurang dari 100 hari menjelang pesta pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William yang diperkirakan terbesar pada abad ini. Masyarakat Inggris penasaran dengan desainer gaun pengantin yang dipilih Kate Middleton dan keluarga Kerajaan Inggris.

Beberapa media Inggris terus menduga-duga ambil berupaya keras untuk mendapatkan bocorannya. Rumah taruhan di Inggris, William Hill, memasang nama-nama desainer yang mungkin terpilih sebagai taruhan. Saat artikel ini ditulis, mesin pencari Google menampilkan 680.000 hasil pencarian dengan kata kunci “Kate Middleton’s wedding dress”.

“Kate Middleton memutuskan untuk merahasiakan gaun pengantin dan perancangnya sampai hari H-nya. Ini adalah hak prerogatif Kate,” kata juru bicara Istana Buckingham menanggapi ramainya spekulasi mengenai desainer gaun pengantin Middleton tersebut.

Sebelumnya, PangeranWilliam sudah mengumumkan akan mengenakan seragam Angkatan Udara Inggris buatan Gieves & Hawkes pada hari pernikahan, 29 April mendatang. Namun, bagi media di Inggris, desainer yang dipilih Kate Middleton tetap menjadi berita yang dicari. Rumor yang berkembang, Kate sudah menetapkan desainer pilihannya dan gaun pengantin itu tengah dikerjakan di salah satu ruang khusus di Istana Buckingham.

Namun pastinya, perancang busana itu dari Inggris, dan tidak ada yang mengetahui nama perancang busana tersebut, kecuali orang-orang terdekat Kate. Elizabeth Emanuel, perancang gaun pengantin mendiang Putri Diana saat pernikahannya dengan Pangeran Charles pada 1981, bercerita bagaimana sulitnya menjaga informasi gaun pengantin Diana tersebut. Saat itu, kenang Elizabeth, wartawan membongkar tempat sampah di rumah dan kantornya untuk mencari informasi yang mungkin tercecer, menyewa bangunan di seberang kantornya, dan meneropong karyanya, hingga mencoba menyuap karyawannya untuk membocorkan rancangan yang tengah dibuatnya.

“Jendela tempat kami bekerja dan menyimpan gaun pengantin tersebut selalu tertutup rapat dan saat malam hari ada dua petugas keamanan yang menjaga,” kata Elizabeth. Untuk mengantisipasi jika akhirnya bocor sebelum hari pernikahan, mereka juga menyiapkan gaun pengganti lainnya.

Dengan alasan dan pengalaman tersebut, keluarga kerajaan dan Kate merahasiakan nama perancang gaun pengantin tersebut. Selain itu, perancang gaun pengantin yang terpilih juga sudah diamankan di ruang khusus di istana. Hal ini dilakukan jika gaun pengantin dibuat di luar istana, maka wartawan dan para fotografer akan terus mengikutinya.

Beberapa waktu lalu, misalnya, ketika ibu dan adik perempuan Kate mengunjungi salah satu kantor perancang Inggris, fotonya terpampang di halaman pertama tabloid mingguan News of the World. Media lain, berdasarkan pada foto itu, kemudian ramai memberitakan bahwa ada kemungkinan Bruce Oldfield—perancang yang dikunjungi Carole dan Pipa Middleton— sebagai perancang gaun pengantin Kate.

Bukan hanya gaun pengantin yang menjadi perhatian, baju yang dipakai Kate saat mengumumkan pertunangan dan pada foto resmi pertunangan seminggu setelahnya juga menjadi bahan pemberitaan di Inggris, bahkan dunia. Baju biru buatan rumah mode Inggris, Issa, langsung sold out di Inggris dan Amerika Serikat, sesaat setelah Kate tampil mengenakannya pada pengumuman pertunangannya dengan Pangeran William di Istana Buckingham pada November 2010. Beberapa toko di Inggris kemudian menjual gaun versi tiruan dari baju yang harga aslinya 385 poundsterling itu. Supermarket terbesar Inggris, Tesco, menjual baju versinya dengan harga 16 poundsterling. Sementara, Primark, toko pakaian murah di Inggris, juga membuat baju serupa dengan harga 14 poundsterling.

Penjualan produk Issa secara keseluruhan langsung melonjak hingga 45 persen dibandingkan setahun sebelumnya. “Perhatian terhadap label Issa memang menjadi sangat tinggi, sesuatu yang tentunya tidak kami sesali,” kata Daniella Helayel, perancang yang berada di belakang rumah mode Issa kepada the Guardian.

Daniella Helayel, salah satu perancang busana favorit Kate, juga disebut sebagai kandidat kuat yang dipilih Kate untuk merancang gaun pengantinnya. William Hill memperkirakan, terpilihnya Daniella dengan taruhan 9/2. Berada di urutan kedua di bawah Phillipa Lepley pada3/ 1dandiatasElisabethEmanuel yang dipasang di 8/1.

Selanjutnya, seminggu setelah pertunangan tersebut, Kate mengenakan busana rancangan Reiss pada foto resmi kerajaan karya Mario Testino—fotografer favorit Putri Diana.

Begitu banyaknya minat pada baju seharga 195 poundsterling itu, Reiss kemudian memproduksi ulang baju warna krem itu dan kembali sold out hanya dalam hitungan jam.

Obsesi untuk meniru style dari Kate ini bermula pada 2007, tidak lama setelah nama Kate Middleton ramai diberitakan sebagai pacar serius Pangeran William. Saat itu pada hari ulang tahun Kate sebagai anak pertama dari tiga bersaudara keluarga Middleton, puluhan wartawan dan fotografer menunggu di depan rumah Kate.

Baju buatan Topshop seharga 40 poundsterling yang dipakai Kate pada acara ulang tahun ke-25 pada hari itu langsung terjual habis di seluruh cabang Topshop di Inggris. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada gaun pengantin Kate Middleton karena sudah dikenai hak paten yang melarang secara hukum untuk dibuat kembarannya.

“Meskipun akan banyak gaun tiruan yang mirip dengan gaun pengantin Kate Middleton, untuk bisa membuat yang sama persis, maka harus izin dari perancangnya,” kata Kirsten Gilbert, partner pada kantor pengacara Marks & Clerk seperti dilansir Evening Standard. Detail gaun pengantin tersebut, termasuk bordirnya, Kirsten menyebutkan, akan dipatenkan hingga 25 tahun.

sumber : SINDO//tty okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply