Addie MS Gubah Lagu Daerah Jadi Musik Simfoni0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 11 Oct 2011 at 7:18pm
addie ms

addie ms

Pucuk dicinta ulam tiba. Peribahasa tersebut mungkin menggambarkan perasaan komposer Addie MS saat menerima tawaran Garuda Indonesia mengaransemen lagu-lagu daerah menjadi musik simfoni.

“Tawaran ini mengharukan dan membanggakan. Garuda sering berinteraksi dengan orang luas sehingga memahami pengemasan kekayaan budaya kita untuk dinikmati,” kata Addie, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2011.

Antuasiasme Addie meletup karena selama ini merasakan penggarapan musik simfoni di tanah air yang masih memprihatinkan, dibandingkan negeri jiran seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. “Ada inisiatif dari maskapai kita, ini mengharukan.”

Lewat album bertajuk ‘Sounds of Indonesia’, Addie mengaransemen 24 lagu daerah dan nasional¬† bersama City of Opera. Seluruhnya direkam di sebuah studio di Praha, Ceko. Lalu, di-mixing di London. “Semuanya direkam dengan fasilitas studio yang memiliki teknisi terbaik,” katanya.

Album eksklusif itu terdiri dari dua compact disc (CD). Membuka sajian dengan lagu ‘Tanah Airku’ dan menutupnya dengan lagu ‘Garuda Indonesia’, keping-keping itu menyajikan lagu-lagu nusantara seperti ‘Rasa Sayange’, ‘Janger’, dan ‘Ayo Mama’.

Addie memilih lagu-lagu itu melalui riset kecil-kecilan. Selain keterbatasan waktu dan dana, ia tak bisa memasukkan semua lagu yang mewakili 33 provinsi karena kesulitan mencari lagu populer di daerah tertentu.

“Kami cari lagu daerah di Lampung, yang populer apa, ternyata tidak mudah. Beda Maluku sama Sumatera Utara yang kaya lagu daerah dan semuanya bagus. Ini ajang pembelajaran bagi kita untuk lebih kenal dan dekat dengan lagu daerah sendiri,” katanya.

Dengan album ini, ia berharap dapat menjadi repertoar musik Indonesia yang sukar mencari lagu simfoni hasil aransemen. Ia mengibaratkan musik simfoni sebagai lingua franca dunia yang menyodorkan kualitas yang tinggi. “Saya harap lagu ini endless life cycle, tidak seperti lagu-lagu sekarang yang life cyclenya pendek,” katanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menyatakan, karya simfoni ini akan diperdengarkan selama penerbangan maupun di setiap executive lounge dan kantor-kantor penjualan tiket Garuda Indonesia.

Dia ingin agar orang Indonesia yang datang dari luar negeri tergugah nasionalismenya. Sedangkan wisatawan asing yang datang ke Indonesia sudah merasakan atsmosfir Indonesia sebelum turis tersebut menginjakkan kaki di Indonesia. Sesuai visi untuk menggabungkan segala sesuatu yang terbaik dari tanah air

sumber :  VIVAnews Pipiet Tri Noorastuti

Read Also
Advertisement

Leave a Reply