Ahmad Dhani Minta Wartawan Belajar Tata Krama0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 02 Mar 2011 at 9:11am
Ahmad Dhani

Ahmad Dhani

JAKARTA – Ahmad Dhani dituduh melakukan penganiayaan dan perampasan kaset milik kameramen Global TV. Dhani berdalih terpaksa berbuat begitu karena wartawan tak menghargai privasinya.

“Mana yang privasi? Bagaimana tata krama dalam peliputan? Bagaimana memperlakukan narasumber dan sebaliknya, karena mereka kan sudah mendapatkan pelatihan tentang tata cara peliputan,” beber asisten Dhani, Syamsul Huda, saat dihubungi okezone, Selasa (1/3/2011).

Menurut Syamsul, ada kesalahpahaman antara pengertian melanggar privasi di benak wartawan Global TV dengan Dhani.

“Wartawan Global TV mengambil gambar di luar pagar (teras) rumah Mulan Jameela. Itu kan sudah masuk ke dalam ruang privasi yang punya rumah. Kemudian mereka bersembunyi di taman samping dan keluar tiba-tiba untuk ambil gambar. Mas Dhani tidak suka dengan cara seperti itu. Tidak ada ucapan permisi, tiba-tiba mengambil gambar,” paparnya.

Oleh karena itu, Dhani tidak berminat melaporkan balik Global TV ke polisi. Bos RCM itu lebih senang menyelesaikan masalah di Dewan Pers yang dianggap paling mengerti tentang tata cara peliputan.

“Mas Dhani yang hanya seorang artis yang tidak begitu paham mengenai etika jurnalistik. Dewan Pers lebih tahu bagaimana cara penyelesaiannya,” pungkasnya.

Pengeroyokan terhadap dua wartawan Global TV terjadi pada Senin, 28 Februari 2011, sekira pukul 20.00 WIB di depan rumah Mulan di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua wartawan Global TV yang menjadi korban yaitu, Syahriani (reporter) dan Noviandi Kurniawan (kameraman).

Awalnya, Syahriani dan Noviandi sedang mencari kebenaran gosip Mulan Jameela sudah melahirkan dengan menyambangi kediaman Mulan. Duda tiga anak itu sepertinya tak suka dengan kehadiran wartawan. Bersama karyawannya, mantan suami Maia Estianty itu langsung mendatangi wartawan.

Menurut Noviandi, dirinya sudah menuruti permintaan Dhani dan karyawannya untuk tidak menyalakan kamera. Namun, pentolan band Dewa 19 itu malah meminta karyawannya untuk mengambil kaset milik Noviandi. Dhani juga mencoba mengambil kunci mobil. Dhani bahkan sempat mengambil tas pinggang milik Noviandi dan handphone milik Syahriani.

Akibat kericuhan yang terjadi sekira 40 menit itu, Noviandi mengalami luka memar dan goresan di leher. Gerah dengan sikap arogan dan semena-mena bos RCM itu, pada pukul 21.30 WIB, Noviandi dan Syahriani langsung melaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke Polsek Kebayoran Lama.

sumber : Mahfiroh – Okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply