Dewi Persik Ingin Operasi Keperawanan0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 23 Jun 2010 at 6:52pm
Dewi Persik

Dewi Persik

Bukan Dewi Persik namanya kalau tidak membuat sensasi. Setelah sempat diramaikan soal perseteruannya dengan Mulan Jameela, Dewi Persik kembali membuat berita. Dewi mengaku memiliki rencana untuk melakukan operasi keperawanan.

“Daripada saya operasi plastik, lebih baik saya melakukan operasi keperawanan. Biar jadi perawan lagi,” kata Dewi Persik saat ditemui di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa 22 Juni 2010 malam.

Dewi mengaku keinginannya itu bukan sengaja dia lemparkan untuk mendongkrak popularitasnya karena sedang mempromosikan singlenya bersama Dhani.

Dewi mengaku dia memang sudah memiliki rencana untuk melakukan operasi tersebut. Secara blak-blakan pedangdut asal Jawa Timur ini memastikan niat untuk melakukan operasi perawan itu demi membahagiakan pasangannya kelak.

“Saya kan ingin menikah lagi. Operasi keperawanan itu suatu sensasi yang membuat suami makin cinta. Dan membuat saya percaya diri,” ucapnya.

Namun, untuk saat ini itu baru sekedar rencana saja. Mantan istri Saipul Jamil dan Aldi Taher ini belum mau melakukan operasi itu dalam waktu dekat ini. Dia masih menuggu waktu yang tepat.

“Nunggu jadwal kosong dulu. Saya kan harus konsultasi ke dokter. Lagipula kata dokter kalau habis melakukan operasi itu tak boleh banyak bergerak. Jadi nanti saja,” ujarnya.

Operasi perawan atau selaput dara, yang dalam istilah medis kedokteran disebut  himenoplasti, yaitu melakukan penyatuan kembali selaput dara yang sobek karena berbagai sebab, baik karena hubungan seksual maupun karena gesekan.

Semula operasi ini didedikasikan kepada para wanita yang menjadi korban pemerkosaan atau trauma akibat kecelakaan.

Tapi belakangan operasi ini dilakukan wanita biasa di sejumlah negara. Sebuah rumah sakit di negeri Jiran, Malaysia, mengklaim bisa mengembalikan keperawanan dalam 30 menit.

Semenjak dibukanya layanan ini, jumlah peminat operasi ini cukup banyak. Mereka bukan saja pelajar asing yang jumlag banyak di negeri itu, tapi juga sejumlah mahasiswa dan pelajar lokal. Biaya yang dikeluarkan sekitar RM 2500 atau sekitar Rp 7 juta rupiah.

sumber: Finalia Kodrati, Beno Junianto• VIVAnews

Read Also
Advertisement

Leave a Reply