Kronologis Anak-Anak Ayu Azhari Diserahkan ke Negara0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 14 Jan 2011 at 1:07pm
Sean dan Axel Gondokusumo

Sean dan Axel Gondokusumo

JAKARTA – Setelah sebulan, Sean, Axel, dan Atiq Sulaiman diserahkan ke negara. Sejak somasi dilayangkan kepada ibundanya, Ayu Azhari, mereka dititipkan ke rumah pengacara Dwi Ria Latifah SH.

Berikut kronologis sejak Ayu disomasi anak-anaknya, sampai akhirnya, ketiga anak tersebut diserahkan kepada negara, melalui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

6 Desember 2010
Somasi dilayangkan kepada Khadijah Azhari alias Ayu Azhari.

10 Desember 2010
Ayu Azhari menitipkan anak-anaknya, Axel (20), Sean (15), dan Atiq (12), secara lisan kepada Dwi Ria Latifah SH dan disaksikan beberapa orang. Anak-anak tinggal di kediaman Ria sementara, untuk mencari solusi dan jalan keluar secara kekeluargaan.

15-24 Desember 2010
Ayu Azhari menyanyi di Surabaya. Jadi, tidak memberi perhatian kepada anak-anak secara fisik maupun materil.

21 Desember 2010
Ayu Azhari menelepon Kak Seto untuk meminta bantuan. Pada tanggal ini pukul 19.00 – 20.00 WIB, Kak Seto datang ke kediaman Ria Latifah bertemu secara langsung dengan anak-anak Ayu Azhari dengan harapan, mencari jalan keluar yang baik demi memperbaiki hubungan antara ibu dan anak.

22-27 Desember 2010
Pengacara Ayu, Fachmi Bachmid menelepon dan menyatakan Ayu mengizinkan Sean dan Atiq pergi ke Finlandia dan tinggal dengan Teemu Hyytia, dengan catatan seluruh biaya tiket, penghidupan, dan pendidikannya semua ditanggung oleh ayahnya, Teemu Hyytia.

Ayu Azhari menyatakan sudah menyerahkan paspor Atiq ke Fachmi Bachmid, dan Fachmi membenarkan jika paspor ada padanya. Anak-anak diizinkan ke Finlandia.

28 Desember 2010
Fachmi Bachmid mengirimkan copy paspor atas nama atiq dan menyatakan bahwa anak-anak boleh berangkat dan paspor asli akan diberikan, apabila kami sudah memiliki tiket ke Finlandia.

Teemu Hyytia langsung memesan tiket untuk Atiq dan mengirim kode booking tiket kepada anak-anak dan kepada Ria selaku pengacara, tertanggal 4 Januari 2011, agar anak-anak berangkat ke Finlandia.

29 Desember 2010
Ria menghub Ayu Azhari menyampaikan bahwa anak-anak sudah memesan tiket ke Finlandia, tapi ternyata Ayu membatalkan secara sepihak dan tidak mengizinkan anak-anak pergi dan tinggal sama Teemu. Dia menyatakan jika ingin pergi harus mengajukan gugatan hak perwalian terlebih dahulu.

Fachmi Bachmid datang ke rumah Ria pukul 22.30 – 24.00 WIB, menyatakan pernyataan jika Ayu Azhari telah menghubungi beliau agar tidak memberikan paspor asli Atiq. Hal tersebut langsung disampaikan kepada anak-anak dan mereka emosi atas pembatalan itu.

31 Desember 2010
Ayu sekali lagi datang ke rumah Ria, tapi hanya di luar pagar tanpa menghentikan mesin mobil. Dia hanya memberikan nasi kebuli ke anak-anak. Saat diminta masuk, Ayu menolak dengan alasan ada kesibukan lain.

2 Januari 2011
Pukul 19.00 WIB, Ria dan Ayu ke pesantren Asshiddiqiyah milik KH Noer M. Iskandar di Kedoya, Jakarta Barat.

4 Januari 2011
KH Noer M Iskandar datang ke rumah Ria pukul 23.00 WIB bertemu dengan anak-anak. Malam itu juga, Ria dan Kyai Noer Iskandar meminta Ayu datang. Ayu menolak dengan alasan sibuk.

KH Noer M Iskandar tidak mau memaksa anak-anak untuk ikut ke pesantren, karena akumulasi masalah yang kompleks jadi trauma yang dalam buat anak-anak. Pukul 02.00 WIB (5 Januari), Kyai meninggalkan rumah Ria.

10 Januari 2011
Ria menghubungi Kyai Noer M Iskandar, memohon saran masalah tempat tinggal anak-anak ke depan, selama proses mediasi, agar anak-anak di lindungan KPAI.

13 Januari 2011
Pukul 10.28 WIB, Ayu mengirim SMS dan menanyakan kapan anak-anak beliau akan diserahkan kepada KPAI, berdasarkan pasal 13, 59, dan 69 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan

sumber : Mahfiroh – Okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply