MUI Minta Infotainment Ditutup0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 28 Jul 2010 at 10:08pm

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menegaskan bahwa infotainment tidak haram. Yang haram adalah berita yang isinya cuma gosip. MUI menyarankan supaya masyarakat tidak usah nonton dan kalau perlu infotainment ditutup saja.

“Aplikasinya dari awal stasiun teve jangan menayangkan. Karena ini haram, ditutup saja. Jangan ditonton. Jangan seperti sekarang, ratingnya sangat tinggi. Dan kalau ada yang merasa pelanggaran hukum terhadap dirinya, yang bersangkutan boleh mengadukan kepada polisi. Sebenarnya soal ini bukan hal yang baru. Ini sudah lama,” beber ketua MUI, Amidhan, yang dihubungi, Rabu (28/7/2010).

Imbauan MUI itu tentu menuai pro dan kontra. Terutama yang kontra adalah rumah produksi yang membuat program acara tersebut. Itu disadari betul oleh MUI.

“PH (production house) itu kan yang memproduksi. Dia tentu membela besar-besaran. Tapi itu kembali kepada penegak hukum. Kalau sudah mengarah fitnah, itu bisa dilaporkan. Ini juga sudah menjadi pembahasan di DPR dan UU ITE. Dan untuk PWI juga ini harus jadi perhatian,” saran Amidhan.

Dia meminta PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) mendalami dan menegaskan garis batas apakah infotainment masuk kategori karya jurnalistik atau bukan.

“Apakah ini karya jurnalistik atau mengada-ada. Kalau itu memang berita dan tidak menyalahi kode etik jurnalistik, ya tidak masalah. Jadi kalau ada tayangan infotainment tentang pernikahan, ya beritakan saja. Tapi ini kan suka dibumbui dengan cerita-cerita yang enggak benar,” katanya.

MUI tidak memfatwakan infotainment haram, cuma isi gosipnya saja yang diharamkan. Infotainment juga terancam melalui badan sensor sebelum ditayangkan televisi. Wacana ini mengemuka karena infotainment merupakan program berita mengenai dunia hiburan dan selebritis. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berniat melakukan perubahan kategori siaran dari faktual ke non-faktual. (ang)

sumber:  Tomi Tresnady – Okezone

Read Also
Advertisement

Leave a Reply