Rieke Diah Pitaloka Tutup Kasus Pelecehannya?0 Comments

By ZonaSelebriti.com
Posted on 22 Apr 2010 at 3:44pm
Rieke Diah Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka

Aktris yang juga politisi Rieke Diah Pitaloka dikabarkan telah mencabut laporannya atas dugaan pelecehan seksual di kepolisian Makassar, Sulawesi Selatan. Pencabutan itu dilakukannya lantaran kurangnya saksi-saksi. Benarkah?

“Ini persoalan sistem, kalau saya sih tidak mencabut laporan,” ujar Rieke saat ditemui di Domus Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2010) malam.

Rieke mengaku enggan terjebak dalam masalah pribadinya. “Katakanlah itu adalah masalah privat saya, tapi saya tidak mau terjebak dalam masalah pribadi saya. Sebetulnya tidak hilang, tapi kalau tidak terangkat itu adalah kesalahan sistem,” katanya.

Dikatakan mantan bintang sitkom Bajaj Bajuri itu, ia bukannya mau menutup kasus ataupun sengaja menenggelamkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ketika berkunjung ke salah satu rumah sakit swasta di Makassar. Rieke menegaskan, dirinya tidak ingin pekerjaannya sebagai anggota Dewan justru malah terganggu.

“Saya enggak mau persoalan itu yang diangkat ke publik sehingga menutup kerja-kerja politik saya yang riil untuk rakyat ini,” tegas Rieke. “Jujur aja saya angkat persoalan itu karena hukum belum melindungi perempuan. Tapi di sisi lain saya tidak mau terjebak dalam persoalan itu semata karena ada kerja-kerja yang harus saya selesaikan,” sambungnya.
Meski demikian, ada hal penting yang kini meyakininya bahwa sistem hukum perlindungan terhadap perempuan masih teramat lemah di negeri ini. “Ini menjadi suatu bukti bahwa sistem dan hukum belum bisa melindungi (perempuan) karena tidak ada sanksi yang jelas siapa korban siapa pelaku yang jelas,” tekan Rieke.

Lanjut Rieke, “Ini bukan karena saya anggota Dewan. Saya yang anggota Dewan diperlakukan seperti itu di ruang publik dalam kunjungan resmi, nah bagaimana teman-teman yang naik kendaraan umum yang mengalami pelecehan,” ulasnya.

Di sisi lain, Rieke tak menampik bahwa ia kekurangan saksi mata untuk mengusut kasusnya tersebut lebih lanjut. “Satu saksi dianggap bukan saksi, terus bagaimana? Apa harus ada barang bukti? Orang dalam posisi korban sudah harus menyiapkan barang bukti, artinya belum apa-apa sanksi itu sudah berlaku untuk korban, tapi untuk pelaku itu bisa dijadikan alibi pembenaran dan merehabilitasi namanya dia,” tandas Rieke.

Karenanya, Rieke menilai kasus yang dialaminya masih lemah di mata hukum. “Sudah diperiksa, tapi untuk kasus pelecehan seperti itu satu saksi dikatakan bukan saksi. Itu di negara kita emang seperti itu,” sindirnya.

Sebagai pembelajaran Rieke pun mengimbau kepada perempuan Indonesia di mana pun berada. “Kalau mengalami seperti itu jangan hanya diam, ngedumel. Laporkan, terus laporkan karena ini menjadi transparansi kalau kasus pelecehan dan kekerasan perempuan banyak terjadi,” tegas Rieke. (FAN)

sumber: KOMPAS.com

Read Also
Advertisement

Leave a Reply